Platform Low-Code: Solusi Cepat dan Efektif untuk Pengembangan Aplikasi

  • 0 Comments
  • 41779 Views

Bagi sebagian orang, membuat kode secara manual memang menyenangkan karena memiliki tantangan tersendiri. Namun, pernahkah Anda memikirkan bagaimana cara membuat sebuah sistem dengan cepat dan mudah tanpa harus menulis banyak kode secara manual? Kali ini, kita akan membahas tentang Platform Low-Code.

Jadi, kenapa bisa disebut low-code? Kenapa hanya low-code? Kenapa tidak no-code sekalian? Sabar! Jika Anda membaca sampai selesai, kami juga akan membahas sedikit tentang no-code. Loh, memang ada? Ada! Jadi, baca artikel ini sampai selesai, ya!

Sumber : www.freepik.com/

Platform low-code adalah suatu jenis platform pengembangan perangkat lunak (Software Development Platform) yang memungkinkan developer dan non-developer (seperti analis bisnis, pengguna akhir, dan administrator sistem) untuk membuat aplikasi bisnis atau enterprise dengan cepat dan mudah tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang tinggi.

Dalam platform low-code, pembuatan aplikasi dilakukan melalui antarmuka visual, dengan menggunakan blok-blok fungsi dan alur kerja yang telah disediakan oleh platform. Ini berarti bahwa proses pembuatan aplikasi bisa dilakukan dengan cara menarik dan melepaskan elemen-elemen aplikasi (drag and drop), konfigurasi dan menghubungkan komponen-komponen, serta membuat logika bisnis tanpa perlu menuliskan kode secara manual.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, low-code dalam pengembangannya menggunakan sedikit sekali coding manual. Sehingga akan menjadi lebih cepat dan mudah jika dibandingkan dengan pemrograman konvensional. Hal ini tentu akan mempermudah para developer.

Mengapa low-code bisa melakukan itu? Karena low-code menggunakan antarmuka visual yang sederhana. Komponen-komponen yang dimiliki sebuah platform low-code umumnya terdiri dari 3 hal berikut.

  1. IDE atau Integrated Development Environment, yang bersifat visual. UI, workflow dan model data yang akan dibuat, sudah dalam bentuk visual. Namun, jika dibutuhkan, developer bisa menambahkan kode secara manual.
  2. Otomatis terhubung ke berbagai sistem back end yang akan menangani struktur, penyimpanan serta pemanggilan data.
  3. Adanya Application Lifecycle Manager yang merupakan tools otomatis untuk membangun, memperbaiki, menyebarkan dan memelihara aplikasi pada pada fase testing, staging dan produksi.

Tidak lengkap rasanya jika membahas low-code tanpa membawa no-code. Sebenarnya tidak terlalu banyak perbedaannya, keduanya sama-sama mempermudah para developer untuk menciptakan sistem ataupun aplikasi. Bedanya, no-code tidak menggunakan coding konvensional sama sekali.

Kemunculan platform low-code seperti ini, tentu tidak hanya memberikan kelebihan. Berikut akan kami bagikan beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh platform low-code.

Kelebihan :

  1. Mempercepat pengembangan aplikasi: Dalam platform low-code, pengembangan aplikasi bisa dilakukan dengan cepat dan mudah karena tidak membutuhkan penulisan kode secara manual. Hal ini dapat mempercepat waktu peluncuran aplikasi dan meningkatkan efisiensi pengembangan.
  2. Meningkatkan produktivitas: Platform low-code dapat meningkatkan produktivitas tim developer dengan mengurangi waktu yang diperlukan untuk membangun aplikasi. Hal ini juga memungkinkan tim developer untuk fokus pada masalah-masalah yang lebih kompleks dan meningkatkan nilai tambah aplikasi.
  3. Memudahkan kolaborasi: Platform low-code memungkinkan kolaborasi antara tim developer dan pengguna bisnis untuk membuat serta memperbarui aplikasi. Ini juga memungkinkan pengguna bisnis untuk memberikan umpan balik langsung pada aplikasi dan mempercepat siklus pengembangan.
  4. Meningkatkan efisiensi biaya: Platform low-code dapat mengurangi biaya pengembangan aplikasi dengan mengurangi waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi.

Kekurangan :

  1. Keterbatasan fitur: Platform low-code memiliki batasan pada fitur-fitur yang tersedia dan terkadang tidak dapat menangani kasus-kasus pengembangan yang kompleks. Ini dapat mengurangi fleksibilitas dalam membangun aplikasi.
  2. Ketergantungan pada platform: Pengembangan pada platform low-code dapat membuat aplikasi tergantung pada platform itu sendiri. Jika platform berhenti beroperasi atau tidak didukung, maka aplikasi juga akan terpengaruh.
  3. Tidak dapat menangani tugas-tugas khusus: Platform low-code mungkin tidak dapat menangani tugas-tugas khusus yang diperlukan oleh aplikasi tertentu. Hal ini dapat mengurangi kemampuan untuk mengembangkan aplikasi yang sangat khusus dan kompleks.
  4. Keterampilan teknis yang terbatas: Pengembang pada platform low-code tidak memerlukan pengetahuan pemrograman yang mendalam, namun masih diperlukan pengetahuan teknis dasar dan pemahaman tentang konsep-konsep pengembangan perangkat lunak. Jika seseorang tidak memahami teknologi dasar, maka penggunaan platform low-code dapat menjadi sulit.

Jika Anda tertarik dengan platform low-code, berikut akan kami bagikan beberapa platform yang cukup populer dan mungkin bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan Anda.

  • OutSystems: Platform low-code yang kuat dan luas dengan kemampuan pengembangan aplikasi yang beragam, integrasi yang kuat, keamanan yang canggih, dukungan layanan yang baik, dan kemampuan pengujian otomatis.
  • Microsoft Power Apps: Platform low-code yang memberikan kemampuan untuk membuat aplikasi berbasis cloud dan integrasi dengan layanan Microsoft lainnya. Memiliki antarmuka pengguna yang mudah digunakan dan menyediakan alat untuk mengembangkan aplikasi yang kompleks.
  • Mendix: Platform low-code dengan fokus pada pengembangan aplikasi enterprise. Menyediakan antarmuka pengguna yang intuitif dan dukungan yang kuat untuk integrasi dengan aplikasi dan sistem yang sudah ada.
  • Appian: Platform low-code yang memungkinkan pengembangan aplikasi berbasis cloud dan desktop. Dilengkapi dengan fitur integrasi yang kuat, alat pengembangan visual, dan kemampuan untuk menghasilkan kode.
  • Salesforce Lightning: Platform low-code yang memungkinkan pengembangan aplikasi yang terintegrasi dengan layanan Salesforce. Memiliki antarmuka pengguna yang mudah digunakan dan menyediakan alat untuk membuat aplikasi berbasis cloud dan seluler.

Keputusan untuk memilih platform low-code yang tepat harus didasarkan pada kebutuhan bisnis dan teknologi perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi fitur dan kemampuan masing-masing platform sebelum membuat keputusan akhir.

Meski labelnya adalah low bahkan no-code, jika menginginkan sebuah sistem atau aplikasi yang kompleks, tentu sistem tersebut perlu dibuat oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang pemrograman. Lantas, apakah Anda sedang membutuhkan solusi terkait sistem penunjang untuk bisnis Anda? Jangan sungkan untuk menghubungi Kreasitech, ya!

administrator

Leave A Comment

× Hi, Ada yang Bisa Kami Bantu?